Seseorang bilang, rumah adalah tempat ternyaman untuk pulang. Iya bukan?
.
Hemm...
Ada sebagian orang menganggap pulang adalah tempat ternyaman setelah proses pencarian panjang.
Sebagian yang lain menganggap pulang membuatnya tak nyaman.
Ada yang raganya di rumah tapi tidak dengan hatinya.
Ada yang begitu merindukan rumah untuk sekedar melepas lelah.
Ada juga yang bahkan hanya ingin tetap tinggal di rumah, kemampuan ia pergi rumah adalah tempat nya pulang.
Begitulah...
.
Pulangmu tidak hanya tentang jasad yang hadir, karena betapa banyak orang yang berdekatan tapi tidak terikat hatinya.
Betapa banyak orang yang pulang ke rumah tapi tidak benar-benar mereka pulang, mungkin jasad nya di sana tapi tidak dengan hati dan pikirannya. Pulangmu tidak harus selalu melalui darat,laut, ataupun udara, pulang mu juga bisa melalui suara yang menghubungkanmu dengan orang-orang di rumah atau teman-teman yang jauh di perantauan. Kamu hadir di sana memastikan, menenangkan, menyapa semua penghuni yang merindukanmu. Kamu benar-benar ada untuk mereka.
Dan itu jauh lebih berharga dari fisik yang sekedar ada.
Pulanglah dengan caramu, dekap mereka dengan doa-doamu.
.
Aku ingin bercerita, boleh ?
Tentang bagaimana pulangku.
Aku merasa kekosongan, yah meskipun bagi sebagian orang menganggap pulangku terlihat hangat. Tapi sebenarnya aku tidak merasakan itu.
Aku sebagai seorang anak tidak dekat dengan orang tua. Aku lupa kapan terakhir kali bisa lepas bercerita kepada mereka. Aku lupa kapan terakhir kali memeluknya juga dipeluknya. Aku lupa kapan terakhir kali mengatakan kepada mereka bahwa aku mencintainya. Di rumah segala sesuatunya nampak baik-baik saja.
Aku hanya berpikir bagaimana caranya agar tetap menjadi anak yang tidak merepotkan. Itu lebih dari sekedar cukup.
Aku tak pernah bertanya tentang ini kepada mereka, mana berani. Meski ingin sekali rasanya bagaimana mengetahui perasaan mereka sebenarnya. Kadang muncul keinginan untuk berdiskusi dengan mereka soal banyak hal.
Apakah kamu sama sepertiku? Hubungan dengan orang tua tidak lebih dari hubungan formal, tidak ada kedekatan hati. Bahkan untuk bercerita saja malu, bahkan untuk bilang sayang saja malu.
Begitu juga hubunganku dengan kakak juga adik-adik ku.
Sebenarnya aku ingin seperti teman-temanku, mereka bisa mesra sekali dengan keluarganya. Bisa cerita bahkan bercanda dengan enaknya. Aku iri.
Itulah yang kurasakan.
.
Menurutmu aku harus bagaimana?
Hatiku terasa kosong jika begini terus,
Komentar
Posting Komentar