Dalam hening aku mencoba menerka, apa makna melupa.
Dalam diam aku mencoba mencari, apa makna mengagumi.
Aku mencoba menulis asa tapi tiada kata.
Aku mencoba menilai rasa tapi tiada makna.
Ah, lagi" ini tentang asa dan rasa.
Hingga lupa mana asa mana rasa.
.
Seringkali pikiran ku terjebak pada hati, ku turuti ia pada rasa yang sudah ku buat sendiri. Lagi lagi di buatnya patah berkali kali. Lalu, kemudian menyalahkan diri sendiri.
.
Kemampuan ku untuk berfikir logis terasa terkikis oleh perasaanku sendiri. Perasaan-perasaan yang seolah kejadian biasa tapi justru menjadi muara perasaan harapanku. Padahal hanya biasa, pikiranku terlalu menghubungkan ke mana-mana. Mencari pembenaran tentang bagaimana perasaan ini pasti sesuai perkiraanku.
.
"Memang siapa yang menyuruhmu seperti ini?" tanya seseorang.
"Asumsiku sendiri" ujarku.
.
Hay, jangan bercanda lagi, jangan bermain lagi. Sudah cukupkan asumsimu itu, kamu telah lama membuang waktu.
.
Aku dibuatnya menyudahi.
Karena ada asa yang harus ku bangun kemudian hari.
.
.
Komentar
Posting Komentar