Langsung ke konten utama

HANYA CERITA DUNIA SAJA

Butuh berapa lama seseorang itu mau memaafkan luka masa lalunya? untuk mau membawa bijak hingga hari ini. 
.
Manusia itu suka menggerutu, ketika diberi sesuatu yang bukan sesuai harapannya, selalu mengadu. 
"Kenapa Allah beri yang ini padahal aku maunya yang itu" begitu katanya. Ketika sesuatu tidak sesuai ekspektasimu cobalah mencari tahu tentang kesalahanmu. Percayalah, waktu itu tidak akan memberikan jawaban tanpa bertemankan makna. 
.
Dunia ini terus berlari kawan.
Jangan malah kau berhenti pada satu titik yang sama. Terus mau di bengkalai pada waktu siamu. 
.
Ketahuilah kawan, berhentilah menunggu.
Tak akan ada yang menjamin kapan terang datang saat gelap menyerang. 
Pelangipun tak selalu hadir selepas hujan. 
.
Tak ada yang bisa menggenggam pasti diantara perubahan. 
Rasa sakit hari ini belum tentu besok tersenyum. 
Belum tentu hari ini hadir, besok sudah pergi begitu saja. Belum tentu hari ini memberikan hangat, besok sudah memancarkan panas. Belum tentu hari ini dibuatnya kecewa, besok sudah berharap lagi. Yang kita kira hilang, ternyata hanya menjelma menjadi rupa yang lebih indah. Hilang muncul, musnah hadir, terbang d bawa angin. 
Dan begitu terus perubahan" itu ada, tidak di sangka tapi memang begitu tibanya. Kita saja mahluk yang tak sabaran.
.
Fana...
Belum tentu besok begini lagi.
Mau seberapapun kita memberontak, ternyata ini dunia.
Yah, hanya dunia dengan segala ceritanya. 
.
Maka berjalan saja...
Berjalanlah...
.
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untuk setiap huruf yang telah kau susun. Semoga dapat menumbuhkan harapan baru. Untuk setiap kalimat yang sukses kau rangkai. Semoga dapat menghadirkan semangat baru. Untuk setiap paragraf yang berhasil kau tata. Semoga dapat menggelorakan cita. Untuk mu yang sedang berjuang merealisasikan kata kalimat, dan paragrafnya dalam setiap pilihan jenakanya. Selamat bertemu dengan kejutan demi kejutan yang akan selalu menerbitkan purnama di wajahmu.

RUMAH

Seseorang bilang, rumah adalah tempat ternyaman untuk pulang. Iya bukan?  .  Hemm... Ada sebagian orang menganggap pulang adalah tempat ternyaman setelah proses pencarian panjang. Sebagian yang lain menganggap pulang membuatnya tak nyaman.  Ada yang raganya di rumah tapi tidak dengan hatinya.  Ada yang begitu merindukan rumah untuk sekedar melepas lelah.  Ada juga yang bahkan hanya ingin tetap tinggal di rumah, kemampuan ia pergi rumah adalah tempat nya pulang.  Begitulah...  . Pulangmu tidak hanya tentang jasad yang hadir, karena betapa banyak orang yang berdekatan tapi tidak terikat hatinya. Betapa banyak orang yang pulang ke rumah tapi tidak benar-benar mereka pulang, mungkin jasad nya di sana tapi tidak dengan hati dan pikirannya. Pulangmu tidak harus selalu melalui darat,laut, ataupun udara, pulang mu juga bisa melalui suara yang menghubungkanmu dengan orang-orang di rumah atau teman-teman yang jauh di perantauan. Kamu hadir di sana me...
Kebanyakan dari kita tanpa kita sadari mulai menjadi realistis. Banting setir. Berbelok arah dari apa yang telah lama dijalani, entah karena paksaan atau tahanan, menuju arah jalan yang berbeda, bahkan tidak sedikit yang kontradiktif. Pada titik semacam itulah kita mulai merasa lelah. Kebingungan. Mulai menanyakan "apakah selama ini aku salah jalan?".  . Hai kamu,  bahwa dari kebingungan dan kesedihan akan kerelaan untuk melepas apa-apa yang sudah lama kita pegang ada satu yang perlu kita sadari dari peluh, selain kita sedang bertumbuh hidup kita bergeser dari "mencari makna" menuju "menjadi makna".