__________________________________________
Kata seorang temanku. Aku ingat sekali perkataan itu meskipun sudah beberapa tahun lalu.
Hemmm...
Terkadang sesuatu yang mereka pikirkan itu tidak selaras dengan kenyataan ya. Itu hanya penilaian manusia saja. Batinku
.
.
Bukan hidup nya mulus" aja, bukan datar, juga bukan tak punya masalah. Kamunya saja yang belum mengetahui.
.
Hidup ini punya porsinya masing-masing kawan. Allah kasih takaran ujiannya masing-masing. Gak mungkin seseorang itu gk punya masalah. Bukankah kita hidup di dunia ini pasti ada ujiannya ? Kata Allah dalam firman-Nya ;
أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتْرَكُوٓا۟ أَن يَقُولُوٓا۟ ءَامَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُون
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? dan Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Al Ankabut [29]: 2-3)
Ada beberapa riwayat mengenai sabab al-nuzûl ayat ini. Meskipun demikian, ayat ini tidak hanya berlaku untuk mereka. Sebab, kata al-nâs memberikan makna umum yang berarti meliputi seluruh manusia.
Ayat tersebut menegaskan bahwa orang beriman pasti akan diuji. Ujian dapat berupa hal yang tidak menyenangkan maupun hal yang menyenangkan.
.
Dari ayat itu aku menyelami lagi apa makna Ujian yang Allah kasih.
Padahal seringkali aku merasa mengeluh, itulah kenapa terkadang juga aku sering membandingkan hidup ku dengan hidup orang lain. Astaghfirullah... :(
Akhirnya aku paham, semakin kesini semakin ku tahu tentang orang-orang yang Allah beri ujian lebih, tapi ia tetap tenang, tapi ia tetap kuat, tapi ia tak pernah mengeluh.
.
Perbanyak syukur bagiku adalah pekerjaan yang tak pernah habis. Bagaimana tidak,
ternyata mengaca pada hidup orang lain itu perlu. Bukan yang lebih mudah ujiannya dari kita, tapi yang lebih berat ujiannya di banding kita. Karena dengan mereka kita akan banyak belajar makna mensyukuri lagi dan lagi. Bagaimana cara mereka menjalani upaya upaya itu agar tetap terukir bahagia. Dan sejatinya bukan bahagia yang kita cari, tapi bagaimana kita mencipta bahagia itu sendiri. Jangan melihat kedepan untuk menerima begitu saja, namun lihatlah ke belakang agar kita semakin percaya akan ketetapan-Nya.
.
Allah Terimakasih telah menegurku tak henti-hentinya.
....................
#tulisan ini ku tulis ketika aku sedang dibuat sadar pada cerita hidup seseorang yang bahkan ujian hidup nya tak pernah ku tahu.
Untuk mu... hanya lewat do'a caraku membantu mu.
Komentar
Posting Komentar