Langsung ke konten utama

PULANG ATAU KAU KEMBALIKAN?

Aku menulis ini setelah melewati hari-hari untuk tetap di rumah saja. 
.
Merenung dalam kamar adalah tempat ternyamanku akhir-akhir ini. Entah apa yang kulakukan, terpenting adalah aku bisa mengenali diriku saat bertemu. Berharap mampu merubah sesuatu. 
.
Tiba-tiba saja akupun teringat beberapa hal dalam hidup ini, ada yang hadir dalam bentuk rupa yang tak sama kuharapkan. Ada yang hadir dalam bentuk niskala namun pernah kuharapkan. Klise memang. Terkadang aku sendiri saja merasa aneh, kenapa sesuatu yang sebenarnya sudah jelas tidak pernah di pahami tapi justru di kagumi? Ada apa dengan pikiranku? 
.
Pertanyaan" itu sudah berkali-kali kubincangkan pada diri. Ku simpan lama dengan rapi tanpa mengingkari. 
Aneh saja ketika suatu hari akulah yang membongkar nya tanpa menyadari, antara berdamai atau justru malah melukai. 
.
Seseorang pernah berkata ; 
"Yang ku tahu rasa adalah anugerah. Tak akan ada kata salah ketika rasa itu datang. Namun kan kamu bawa kemana rasa itulah yang penting, pulang? simpan ? atau kamu kembalikan? "


Maaf aku sempat mengembalikan, sekarang saatnya ku pulangkan bukan? 
Terimakasih sudah menghargai.

.
.
.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untuk setiap huruf yang telah kau susun. Semoga dapat menumbuhkan harapan baru. Untuk setiap kalimat yang sukses kau rangkai. Semoga dapat menghadirkan semangat baru. Untuk setiap paragraf yang berhasil kau tata. Semoga dapat menggelorakan cita. Untuk mu yang sedang berjuang merealisasikan kata kalimat, dan paragrafnya dalam setiap pilihan jenakanya. Selamat bertemu dengan kejutan demi kejutan yang akan selalu menerbitkan purnama di wajahmu.

RUMAH

Seseorang bilang, rumah adalah tempat ternyaman untuk pulang. Iya bukan?  .  Hemm... Ada sebagian orang menganggap pulang adalah tempat ternyaman setelah proses pencarian panjang. Sebagian yang lain menganggap pulang membuatnya tak nyaman.  Ada yang raganya di rumah tapi tidak dengan hatinya.  Ada yang begitu merindukan rumah untuk sekedar melepas lelah.  Ada juga yang bahkan hanya ingin tetap tinggal di rumah, kemampuan ia pergi rumah adalah tempat nya pulang.  Begitulah...  . Pulangmu tidak hanya tentang jasad yang hadir, karena betapa banyak orang yang berdekatan tapi tidak terikat hatinya. Betapa banyak orang yang pulang ke rumah tapi tidak benar-benar mereka pulang, mungkin jasad nya di sana tapi tidak dengan hati dan pikirannya. Pulangmu tidak harus selalu melalui darat,laut, ataupun udara, pulang mu juga bisa melalui suara yang menghubungkanmu dengan orang-orang di rumah atau teman-teman yang jauh di perantauan. Kamu hadir di sana me...
Kebanyakan dari kita tanpa kita sadari mulai menjadi realistis. Banting setir. Berbelok arah dari apa yang telah lama dijalani, entah karena paksaan atau tahanan, menuju arah jalan yang berbeda, bahkan tidak sedikit yang kontradiktif. Pada titik semacam itulah kita mulai merasa lelah. Kebingungan. Mulai menanyakan "apakah selama ini aku salah jalan?".  . Hai kamu,  bahwa dari kebingungan dan kesedihan akan kerelaan untuk melepas apa-apa yang sudah lama kita pegang ada satu yang perlu kita sadari dari peluh, selain kita sedang bertumbuh hidup kita bergeser dari "mencari makna" menuju "menjadi makna".