Langsung ke konten utama

TERIMAKASIH BANDUNG

~Bandung~
Aku ingat sekali, bagaimana momen perjalanan saat menuju kota ini. 
Di temani Ayah, seseorang yang berusaha menjaga putrinya kemanapun ia pergi. Aku senang menghabiskan waktu bersamanya, terlebih waktu-waktu khusus dalam perjalanan seperti ini. Karena aku merasa nyaman duduk berlama-lama dengan nya, meskipun saling diam tapi saling paham. Begitulah kami :)
Sesampainya di kota itu, aku memperhatikan orang-orang yang riuh berlalu lalang. Kendaraan yang menembus padatnya jalanan kota, bercampur suara klakson dan suara manusia. 
Hujan telah sempurna berhenti menyisakan jalanan yang basah dan memantulkan cahaya matahari dan bayangan gedung. Sebuah pemandangan yang sering dilewatkan oleh siapapun di jalan raya. Aku menghirup dalam-dalam udara kota ini, menyenangkan. 
.
Disinilah awal perubahan perubahan itu kumulai. Aku pergi hanya untuk kembali, agar nanti mampu berbagi. Tidak mudah, melangkah pada jejak kaki yang sudah tertinggal jauh. Membenahi hati yang sudah lama terbengkali. Mengukir asa dan ku harap Allah ridhoi. 
Aku tak ingin tersesat lagi, pada langit pekat awan kelabu. Aku tak ingin berlama-lama menjiwai hati dengan menemani, iginku segera berlari untuk mencari jalan agar langit kembali biru. 
Yang pada akhirnya, aku menemukan jalan keluar untuk hati, jiwa, juga rasa sakit yang pernah ku buat sendiri. 


Aku menatap keluar lewat kaca jendela di atas menara kembar itu. Kota impian yang dulu pernah ku dambakan. Akhirnya pijakan ini bisa ku tapaki, dengan begitu banyak kejutan kejutan yang tak pernah terbayangkan. Mereka bilang ia kota kembang. Bandung lautan api katanya. 
Seperti hari hari yang ku lewati di kota ini, indah seindah kembang yang baru saja mekar dengan sempurna. Ku temukan lautan perjuangannya pada setiap perjalanannya. Tak mudah meraih, lelah tapi memikat. Agar harapannya juga tidak mudah padam begitu saja. 
Karena melangkah bukan hanya sekedar berjalan, akan tetapi iringi ia dengan keikhlasan. Supaya tetap baik ketika dijalani. 

Orang-orang hebat.
Mereka adalah bagian dari perjalanan perjalanan menuju ketaatan. Bersama menggandeng agar menjadi bagian diantara para penjaga kemuliaan. 
Mereka inspirasiku, mereka perubahan" baikku, harapku kelak kita akan membangun menara" indah bukan hanya di dunia saja, namun di Syurga Nya juga.
Membawa kemenangan yang pernah sempat kita perjuangkan bersama-sama di dunia, berharap Allah muliakan kita semua hingga ke syurgaNya. 
.
Terimakasih kesempatan mengenalmu, 
Kalian adalah tempatku berkaca, bahwa masih banyak celah yang harus ku benahi adanya. 

Aku tidak akan menangisi perpisahan, tapi satu-satunya cara untuk membuat ku bertahan adalah, membuka kembali kenangan kapanpun aku mau. 
Terimakasih Bandung, telah menjadi salah satu tempat bertumbuh yang baik. Mempertemukan diri dengan orang" inspiratif. Melalui masa titik balik, dan pencarian jati diri.
 

#bandungkotakenangan_

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untuk setiap huruf yang telah kau susun. Semoga dapat menumbuhkan harapan baru. Untuk setiap kalimat yang sukses kau rangkai. Semoga dapat menghadirkan semangat baru. Untuk setiap paragraf yang berhasil kau tata. Semoga dapat menggelorakan cita. Untuk mu yang sedang berjuang merealisasikan kata kalimat, dan paragrafnya dalam setiap pilihan jenakanya. Selamat bertemu dengan kejutan demi kejutan yang akan selalu menerbitkan purnama di wajahmu.

RUMAH

Seseorang bilang, rumah adalah tempat ternyaman untuk pulang. Iya bukan?  .  Hemm... Ada sebagian orang menganggap pulang adalah tempat ternyaman setelah proses pencarian panjang. Sebagian yang lain menganggap pulang membuatnya tak nyaman.  Ada yang raganya di rumah tapi tidak dengan hatinya.  Ada yang begitu merindukan rumah untuk sekedar melepas lelah.  Ada juga yang bahkan hanya ingin tetap tinggal di rumah, kemampuan ia pergi rumah adalah tempat nya pulang.  Begitulah...  . Pulangmu tidak hanya tentang jasad yang hadir, karena betapa banyak orang yang berdekatan tapi tidak terikat hatinya. Betapa banyak orang yang pulang ke rumah tapi tidak benar-benar mereka pulang, mungkin jasad nya di sana tapi tidak dengan hati dan pikirannya. Pulangmu tidak harus selalu melalui darat,laut, ataupun udara, pulang mu juga bisa melalui suara yang menghubungkanmu dengan orang-orang di rumah atau teman-teman yang jauh di perantauan. Kamu hadir di sana me...
Kebanyakan dari kita tanpa kita sadari mulai menjadi realistis. Banting setir. Berbelok arah dari apa yang telah lama dijalani, entah karena paksaan atau tahanan, menuju arah jalan yang berbeda, bahkan tidak sedikit yang kontradiktif. Pada titik semacam itulah kita mulai merasa lelah. Kebingungan. Mulai menanyakan "apakah selama ini aku salah jalan?".  . Hai kamu,  bahwa dari kebingungan dan kesedihan akan kerelaan untuk melepas apa-apa yang sudah lama kita pegang ada satu yang perlu kita sadari dari peluh, selain kita sedang bertumbuh hidup kita bergeser dari "mencari makna" menuju "menjadi makna".